Wali Kota Cimahi Menyiapkan Opsi Untuk Menutup Kekurangan Anggaran Pembangunan 2027

 


CIMAHI -TEKAD BANGSA- Wali Kota Cimahi Letkol Purn Ngatiyana S.A.P. menyiapkan opsi terakhir untuk menutup kekurangan anggaran pembangunan 2027, jika APBD tersendat, TPP ASN berpotensi dipotong 20 sampai 30 persen agar program infrastruktur dan pelayanan warga tetap berjalan. Pernyataan itu disampaikan usai launching PPM di Kelurahan Cibeber, Rabu 10 Juni 2026.
"Jalan terakhir mungkin kita akan memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN 20 sampai 30 persen untuk kembali membangun Kota Cimahi," tegas Ngatiyana saat diwawancara media.


Langkah ini disebut sebagai upaya terakhir agar program strategis seperti PPM, perbaikan jalan, dan sarana lingkungan tidak terhambat, Wali Kota menegaskan skenario pemotongan baru berlaku tahun depan. Untuk tahun 2026, TPP ASN tetap dibayar penuh karena sudah dianggarkan.
"Rencana untuk tahun depan. Kalau tahun ini sudah terpenuhi. Tapi kalau tahun depan nggak terpenuhi, ya terakhir adalah memotong ASN. Kita masih berupaya agar tidak sampai ke sana," jelasnya.


Yang mengejutkan, Ngatiyana mengaku sudah komunikasi langsung dengan ASN. Respons para ASN disebut positif dan ikhlas. "Yang penting ikhlas. ASN-nya juga ikhlas katanya, selama untuk membangun masyarakat," ujarnya. Sikap ASN ini jadi modal Pemkot menghadapi keterbatasan fiskal.
Pernyataan ini sekaligus memberi sinyal ke publik. Pemkot Cimahi memprioritaskan pembangunan dan pelayanan warga di atas kepentingan internal. Efisiensi dan pengorbanan dianggap perlu agar program yang langsung menyentuh masyarakat tetap berjalan meski APBD terbatas.


Ke depan, Pemkot akan terus menghitung ulang pos anggaran. Jika alokasi dari pusat dan pendapatan daerah belum membaik, maka opsi pemotongan TPP ASN 20-30% akan dieksekusi demi keberlanjutan pembangunan Kota Cimahi.


"Wali Kota berharap warga memahami keputusan berat ini. "Kami sampaikan ke masyarakat biar tahu. Semua keputusan untuk kebaikan bersama dan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat," pungkasnya. (***)

 

Tags :
Komentar

BERITA TERKINI