CIMAHI –TEKAD BANGSA- Duka mendalam menyayat hati keluarga Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar. Prajurit terbaik asal Cimahi itu gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, meninggalkan luka yang tak mudah terobati. Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, prajurit Kopassus asal Cimahi. Gugur dalam tugas misi perdamaian PBB.
Kabar diterima Senin malam, 30 Maret 2026, dan dipastikan Selasa, 31 Maret 2026. Di mana Lebanon, dalam penugasan Satgas Kontingen Garuda (KONGA) XVIII-S. Gugur saat menjalankan tugas negara dalam misi perdamaian internasional. Insiden terjadi saat bertugas di wilayah misi di bawah naungan PBB dan masih dalam penelusuran.
Zulmi bertugas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), membawa nama Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Namun takdir berkata lain, ia justru gugur di tanah penugasan.
Di mata keluarga, Zulmi bukan sekadar prajurit. Ia adalah anak yang saleh, pribadi sederhana, dan sosok yang selalu membawa kabar baik. Tak pernah ada firasat bahwa komunikasi yang terjalin setiap hari akan menjadi kenangan terakhir.
Ucapan bela sungkawa dating dari berbagai kalangan diantaranya Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, mendatangi rumah duka untuk memberikan penghormatan atas pengorbanan besar seorang prajurit yang gugur di medan tugas internasional,Sabtu (04/04/2026)
Kehadiran Ngatiyana bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan atas pengorbanan besar seorang prajurit yang gugur di medan tugas internasional. Dalam suasana haru, ia menegaskan bahwa almarhum bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa.
"Atas nama Pemerintah Kota Cimahi dan masyarakat, Ngatiyana menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga berharap keluarga diberikan kekuatan menghadapi kehilangan ini,” terangnya.
Kepergian Kapten Zulmi menjadi kehilangan besar yang tidak tergantikan. Namun di balik duka, tersimpan kebanggaan atas dedikasi dan keberanian almarhum yang telah mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
"Bagi Cimahi, kepergian ini bukan sekadar kabar duka melainkan pengingat bahwa pengabdian tertinggi seorang prajurit adalah ketika ia rela mengorbankan segalanya demi tugas dan kehormatan bangsa," ujar Ngatiyana.
Ngatiyana juga berharap agar almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan. "Kami turut berdukacita yang sedalam-dalamnya," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Ngatiyana juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Semoga kepergian Kapten Zulmi menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengabdi dan berjuang demi bangsa dan negara," tandas Ngatiyana. (***)
