Fokus Isu Lingkungan, CSR, dan Tata Ruang Industri Menjadi Sorotan DPRD Cimahi

 

CIMAHI-TAKAD BANGSA- Isu lingkungan dan kontribusi perusahaan jadi sorotan DPRD Kota Cimahi di tengah upaya pembangunan daerah. Anggota DPRD H. Barkah Setiawan mempertanyakan peran Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo Cimahi terkait dampak aktivitas industri.

“Jujur tidak jujur, mereka membuang limbah, membuang kotoran dan sebagainya, ini kan dampaknya ke masyarakat. Apindo ada CSR? Saya tidak tahu, sebesar apa CSR itu digunakan untuk masyarakat? Saya juga tidak tahu,” tegas Barkah.

Menurut Barkah, Cimahi sebagai kota kecil harus ditata bersama. Ia mencontohkan kawasan industri di wilayah selatan perlu diatur sesuai peruntukan agar dampak lingkungan bisa diminimalisir. Perusahaan juga diminta melibatkan warga sekitar dalam pengelolaan limbah.

"Barkah menyebut jumlah perusahaan di Cimahi melebihi jumlah RW. Jika kolaborasi berjalan, masyarakat bisa ikut melindungi perusahaan. Sebaliknya, perusahaan wajib memberi feedback ke pemerintah dan warga. “Minimal ada bentuk perhatian Apindo terhadap lingkungan, terhadap kegiatan yang ada di Kota Cimahi,” ujarnya, Minggu (12/2026) saat di temui.

Di luar isu lingkungan, Barkah juga menyoroti minimnya gerakan Apindo dalam program Pemkot. Padahal Pemkot Cimahi sedang menjalankan beragam program pembangunan secara pentahelix, termasuk mencetak 10.000 SDM siap kerja lewat pelatihan berbasis kompetensi.

"Ia mendorong Apindo bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja. Dengan begitu Disnaker tahu kebutuhan tenaga kerja perusahaan, dan Apindo bisa menyerap lulusan pelatihan. “Karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota mempunyai program untuk membuat 10 ribu tenaga kerja,” katanya.

Soal serapan tenaga kerja, Barkah menilai kontribusi perusahaan masih minim karena didominasi warga luar Cimahi. Ironisnya, Cimahi tercatat sebagai kota dengan pengangguran tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Kabupaten Indramayu.

"Barkah menegaskan pentingnya komunikasi intens antara Pemkot dan Apindo. Apindo juga diminta mendukung pembinaan atlet lewat kompetisi resmi. “Semuanya harus simbiosis, harus saling menguntungkan, saling menitipkan diri,” tutupnya. Karena menurutnya, mereka mencari uang di Kota Cimahi," tutup Barkah.

Tags :
Komentar

BERITA TERKINI