Cimahi -TEKAD BANGSA- Hasil survei Indonesia Strategic Institute (INSTRAT), menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Setahun Kepemimpinan Ngatiyana Dan Adhitia Yudisthira sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cimahi mencapai 82,7 persen responden menyatakan puas. Survei tersebut dilakukan oleh Indonesia Strategic Institute (INSTRAT), lembaga kajian strategis berbasis di Bandung, pada 12–15 Februari 2026.
Dengan hasil sebanyak 82,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Pemkot Cimahi. Sementara itu, 9,8 persen menyatakan tidak puas, dan 7,5 persen lainnya memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban. Menanggapi hasil tersebut, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyebut survei sebagai cerminan penilaian publik atas kerja pemerintahan yang ia pimpin bersama wakilnya. Ia menegaskan bahwa hasil survei menjadi bahan refleksi, bukan tujuan utama.
"Kalau tanggapan masalah survei selama kepemimpinan saya dengan Pak Wakil selama satu tahun disurvei, ya kita melihat tingkat kepuasan dari masyarakat bagaimana kinerja kami berdua dan Pemerintah Kota Cimahi dalam melaksanak tugas di tahun 2025 kemarin," kata Ngatiyana saat ditemui di Aula A Pemkot Cimahi, Senin (23/2/26).
Ngatiyana menekankan bahwa survei tersebut bersumber langsung dari suara warga dan dilakukan oleh lembaga independen, sehingga patut dijadikan rujukan evaluatif. "Alhamdulillah kalau melihat dari survei, Ini kan semua survei ini kan berdasarkan suara dari masyarakat, bukan mengada-ada, tetapi itu murni adalah suara dari masyarakat yang dilaksanakan oleh sebuah organisasi survei yaitu independen," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa survei INSTRAT melibatkan ratusan responden dan hasil lengkapnya akan segera dipublikasikan. "Yang mana ini melibatkan 450 koresponden dan itu kelihatan di sana nanti mungkin besok atau lusa akan dikeluarkan ya itu," kata dia.
Meski demikian, Ngatiyana menegaskan bahwa keberadaan survei tidak memengaruhi orientasi kerjanya sebagai kepala daerah. Ia menyatakan fokus utamanya tetap pada pelayanan publik.
"Tapi yang jelas saya mau disurvei mau tidak, yang penting tugas saya adalah melayani masyarakat," kata Ngatiyana. "Kita bekerja dulu untuk masyarakat, buktikan bahwa kita melayani terhadap masyarakat itu, ya," sambungnya.
Ngatiyana mengakui bahwa capaian selama satu tahun pemerintahan belum sepenuhnya optimal. Ia berharap kinerja Pemkot Cimahi dapat ditingkatkan pada periode berikutnya.
"Satu tahun kita sudah bekerja dan itu belum maksimal, tahun depan mudah-mudahan kita lebih maksimal lagi," imbuhnya.
Dalam konteks isu strategis daerah, persoalan lingkungan masih menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar Pemerintah Kota Cimahi. Menurut Ngatiyana, berbagai keluhan warga terus dihimpun melalui beragam kanal aspirasi.
"Karena masyarakat, keluhan-keluhan masyarakat, saran-saran dari masyarakat, baik itu melalui Musrenbang, melalui pengaduan WA Mantap atau Facebook dari Diskominfo, ini semuanya kita tampung dan nanti kita realisasikan," terangnya. Selain lingkungan, sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur disebut sebagai prioritas utama yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat."Program dasar yang kita utamakan adalah kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur," tuturnya. Ia mencontohkan penanganan drainase yang selama ini menjadi sumber persoalan tahunan, terutama saat musim hujan.
"Hari ini mungkin drainase ataupun tahun ini drainase sudah kita lakukan, sehingga masyarakat yang terjadi setiap tahun itu mudah-mudahan bisa kita kurangi, ya. Jangan sampai terjadi itu lagi, itu lagi, itu lagi," tandasnya.
Survei INSTRAT ini menjadi penanda bahwa tingkat kepuasan publik relatif tinggi, namun sekaligus menegaskan adanya ekspektasi warga agar Pemkot Cimahi lebih progresif dalam menyelesaikan persoalan lingkungan dan layanan dasar yang masih membayangi kota tersebut.(***)
