Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Menghimbau Masyarakat Agar Tetap Waspada Cuaca EkstremYang Berpotensi Bencana Hidrometeorologi

 

Cimahi -TEKAD BANGSA- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan saat ditemui di ruang kerjanya di Cimahi, Rabu (4/2/2026), menyampaikan bahwa Cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sangat tinggi membuat seluruh wilayah di Kota Cimahi berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. 


Diakuinya, berdasarkan petunjuk dokumen kajian resiko bencana, di Cimahi itu ada 10 ancaman, banjir, banjir bandang, sesar Lembang, gagal teknologi dan lainnya, dengan keadaan cuaca ekstrem," kata Fithriandy Kurniawan.
Sejak beberapa waktu terakhir BMKG Selalu menyampaikan rilis terkait cuaca ekstrem yang masih melanda sepertiga wilayah pulau Jawa, termasuk Kota Cimahi. 


Dengan demikian, Cimahi sendiri menurutnya saat ini masih dalam status siaga darurat geohidrometeorologi.


Penyebab tersebut menurut Fithriandy, tak bisa ditahan, hanya bisa diantisipasi dengan kesiapsiagaan berbagai pihak dalam upaya mengurangi risikonya. 


BMKG per Januari mengeluarkan rilis bahwa puncak musim hujan ini masuk di bulan Maret, kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya di akhir Januari atau Februari. 


Saat di singgung antisipasi yang di lakukan BPBD Cimahi, Fithriandy menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi, baik di internal BPBD sendiri dengan peningkatan kapasitas SDM, penyediaan logistik, hingga aplikasi teknologi seperti Early Waring System (EWS).


Lebih lanjut Fithriandy menyampaikan bahwa pihaknya pada 2026 ini akan memasang EWS di delapan titik yang tersebar di Wilayah Cimahi. Dengan tersebut, masyarakat dapat mengetahui ketinggian muka air, sebagai peringatan akan potensi banjir.


Dalam kesempatan tersebut Fithriandy menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan BPBD Kota Cimahi berupa peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kebencanaan.


 "Kita terus berusaha membuat masyarakat bisa, mengerti, dan tahu bagaimana evakuasi mandiri dan evakuasi lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga," jelasnya.(***)

Tags :
Komentar

BERITA TERKINI